ARTIKEL ILMIAH

Logo Unigal Warna (1).jpg


PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK TERHADAPKUALITAS PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
OLAHRAGA DAN KESEHATAN
( Studi Kasus di SMK Swasta Kabupaten Sumedang )


ARTIKEL
Disusun untuk memenuhi salah Satu Syarat
Menempuh Ujian Sidang Magister




Oleh :
FIKI NURUL AMBIYA
NIM : 82351617023




PROGRAM PASCASARJANA
PTOGRAM STUDI  ADMINISTRSI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH
2018



PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK TERHADAPKUALITAS PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
OLAHRAGA DAN KESEHATAN
( Studi Kasus di SMK Swasta Kabupaten Sumedang )



Oleh :
FIKI NURUL AMBIYA
NIM : 82351617023




LEMBAR PENGESAHAN

Artikel ini disetujui untuk dimuat dalam e-jurnal
Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan




Runalan, Drs., M.Si
NIP. 195710161987031003

Ciamis, 7 Agustus 2018

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK TERHADAPKUALITAS PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
OLAHRAGA DAN KESEHATAN
( Studi Kasus di SMK Swasta Kabupaten Sumedang )

Oleh :
FIKI NURUL AMBIYA
NIM : 82351617023

Abstrak
Tesis ini berjudul PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA ( studi kasus di SMK Swasta di Kabupaten Sumedang), Fiki Nurul Ambiya, NIM. 82321112023. Penelitian ini mengkaji kompetensi guru dilihat dari kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Karena kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang sangat penting dan berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. secara parsial kompetensi profesional guru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa di di SMK swasta yang ada di kabupaten Sumedang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara kompetensi profesionalisme terhadap kualitas peserta didik di SMK Swasta di Sumedang, Untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara kompetensi pedagogik guru penjas terhadap kualitas peserta didik di SMK swasta di Sumedang dan Untuk mengetahui dan menguji perbedaan antara kompetensi profesional dan pedagogik guru penjas terhadap kualitas peserta didik di SMK swasta di Sumedang.penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut. 1) Terdapat pengaruh kompetensi profesionalisme terhadap kualitas pembelajaran peserta didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang, 2) Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pedagogik guru penjas terhadap kualitas pembelajaran peserta didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang, dan 3) Terdapat pengaruh antara kompetensi profesionalisme dan pedagogik guru penjas terhadap kualitas pembelajaran peserta didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang


Kata Kunci :  Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Kulitas Pembelajaran


A.      Pendahuluan
          Kemajuan suatu bangsa adalah dimana pemerintah dan setiap warga negaranya sadar akan pendidikan. Karena pendidikan merupakan pondasi penting yang menjadi dasar dari tonggak kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang lemah akan menyebabkan kehancuran suatu bangsa yang berakar dari lemahnya intelektual, moral dan kepribadian setiap warga negaranya. Dimana pendidikan adalah segala situasi yang hidup dan mempengaruhi pertumbuhan seseorang.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dapat menimbulkan kompleknya tuntutan kehidupan dalam masyarakat, maka diperlukan adanya spesialisasi kemampuan seseorang dalam melakukan tugasnya. Adanya spesialisasi tugas diharapkan pekerjaan itu akan dapat diselesaikan dengan baik, termasuk di dalamnya tugas guru dalam melaksanakan tugas kependidikan. Sesuai dengan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Untuk itu profesional guru dituntut agar terus berkembang sesuai perkembangan jaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing baik diforum regional, nasional maupun internasional.
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu rangkaian perbuatan guru dan siswa dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagaikegiatan dalam belajar sebagai suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa (Slameto, 2003:97).
Dari observasi awal yang dilakukan pada tiga sekolah menunjukkan bahwa pencapaian prestasi belajar pedidikan jasmani siswa masih ada yang belum optimal. Dari setiap kali diadakan tes masih ada siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu sebesar 7,50. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya para guru mengadakan program remedial sampai siswa tersebut dapat mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan. Berikut data nilai ulangan akhir semester mata pelajaran pendidikan jasmani semester genap tahun ajaran 2017/2018 pada tiga sekolah SMK di Kabupaten Sumedang:
Tabel 1.1. Ketuntasan Belajar.
Nama Sekolah
Kelas
TT
%
T
%
Jml







SMK Pemua Sumedang
xi
17
41,46%
24
58,54%
41







SMK YPPS Sumedang
xi
42
50,60%
41
49,40%
83







SMK Maarif Sumedang
xi
18
11,76%
135
88,24%
153







Keterangan TT: Tidak Tuntas T: Tuntas Sumber: Dokumen Guru.
Siswa dfikatakan belum tuntas jika memperoleh nilai di bawah tujuh puluh lima dalam penguasaan mata pelajaran pendidikan jasmani. Siswa dituntut untuk menguasai materi secara tuntas karena mata pelajaran pendidikan jasmani memerlukan penguasaan materi yang menyeluruh dimana setiap tahap atau proses pendidikan jasmani merupakan sistem yang saling terkait.
Keberhasilan dalam belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Guru adalah salah satu faktor ekstern tersebut. Menurut Sudjana dalam Kuntoro (2008:6) guru adalah salah satu faktor dominan yang mempengaruhi kualitas pembelajaran, namun guru akan dominan ketika mempunyai kompetensi profesional. Guru yang mempunyai kompetensi profesional baik, diperkirakan akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik pula. Kemampuan profesional disebut juga sebagai kompetensi profesional. Masalah kompetensi profesional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun (Hamalik, 2006:34).
Trianto (2007:71) mengatakan minimal ada dua parameter standar yang dijadikan rujukan bagi guru untuk keberhasilan dalam mengemban peran yaitu kualifikasi pendidikan dan kompetensi.  Guru merupakan profesi/jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Sesuai dengan UU Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesi ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan. Walaupun pada kenyataannya masih banyak dilakukan oleh orang di luar kependidikan. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkandan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga belajar para siswa dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa seorang guru harus mempunyai empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.  Kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktulisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibwa, teladan bagi peerta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi sosial adalah kemampauan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional adalah kemampuan
 penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetesni yang ditetapkan dalam standar nasional.
Penelitian ini mengkaji kompetensi guru dilihat dari kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Karena kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang sangat penting dan berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kuntoro (2008:90) pada guru di SMK yang mengajar pendidikan jasmani di Kabupaten Sumedang yang menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi profesional guru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa di di SMK swasta yang ada di kabupaten Sumedang
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Setiyadi (2008:99) menunjukkan bahwa pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kompetensi lainnya. Secara parsial hal ini dapat dilihat dari besarnya thitung sebesar 3,822 dengan signifikansi 0,000<0,05
untuk variabel persepsi siswa pada kompetensi pedagogik, besarnya pengaruh persepsi siswa pada kompetensi pedagogik terhadap prestasi belajar sebesar 11,6%, sedangkan kompetensi profesional besarnya pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 21,25%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa ada pengaruh secara parsial antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap prestasi belajar siswa.
            Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ” Pengaruh Kompetensi Profesional dan pedagogik Terhadap kualitas Belajar siswa Pada mata Pelajaran Pendidikan Jasmani”.

B.       Metode
 Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan sebuah penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab dengan menggunakan metode penelitian yang tepat diharapkan dapat mencapai tujuan dan pemecahan masalah yang diinginkan. Mengenai jenis dan bentuk metode penelitian yang digunakan dalam sebuah penelitian biasanya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah penelitian tersebut. Seperti diungkapkan Surakhmad (1982:131) bahwa “Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan.”. Sesuai dengan pendapat Furqon (2008:11) yang menyatakan bahwa, “Pertimbangan yang tampak ilmiah tetapi tidak profesional seringkali menghambat kita untuk berbuat sesuatu, sehingga kegiatan kita terbatas pada seminar dan diskusi tanpa tindak lanjut yang nyata
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kolerasional yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru terhadap terhadap kualitas pembelajaran siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMK Swasta Kabupaten SumedangKemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 
1)      Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan instrumen penelitian sebagai alat  ukur  yang  akurat  dan  dapat  dipercaya.  Validitas  menunjukkan  sejauh  mana suatu  alat  ukur,  mengukur  apa  yang  ingin  diukur.  Sedangkan  reliabilitas menunjukkan  sejauh  mana  suatu  hasil  pengukuran  relatif  konsisten  apabila pengukuran  terhadap  aspek  yang  sama  atau  disebut  juga  internal  consistency reliability.
2)        Uji normalitas. Uji normalitas data digunakan untuk menguji data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, selanjutnya sebagai pertimbangan dalam menentukan statistik yang cocok untuk pengujian hipotesis. Apabila data berdistribusi normal, maka digunakan statistik parametrik, sebaliknya apabila tidak berdistribusi normal, maka digunakan statistik non parametrik.
3)        Uji koefisien korelasi product moment untuk menguji hipotesis pertama dan hipotesis kedua. Teknik korelasi sederhana yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikatnya.
4)        Uji koefisien determinasi dimaksudkan untuk menganalisis seberapa besar (dinyatakan dalam prosentase) kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat.
5)        Persamaan  regresi  berganda. Pengujian ini menggunakan model probabilitas linier sebagaimana model regresi yang lain,  di mana  parameternya  dapat  ditaksir  dengan  prosedur  kuadrat  terkecil  biasa (OLS)  yang  umum  (Gujarati  dalam  Wahyudin  dan  Narimo,  2005).  Analisis  ini digunakan  untuk  mengetahui  pengaruh  variabel  independen  (kompetensi guru dan fasislitas belajar penjas) terhadap variabel dependen (motivasi belajar penjas).
6)        Uji F dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi variabel kompetensi prodesional dan kompetensi pedagogik terhadap variabel kualitas pembelajaran siswa.
                                                       
C.      Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian yg dilakukan, penulis menemukan berbagai penemuan yang diuraikan pada bagian pembahasan ini. Adapun pembahasan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1.      Kompetensi Profesional Terhadap Kualitas Pembelajaran Peserta Didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang
Data yang diperoleh dari hasil pengolahan data yang bersumber dari para pendidik dilingkungan sekolah kejuruan swasta di lingkungna Kabupaten Sumedang secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa melalui profesional bekerja terutama pendidik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pendidikan profesional guru di sekolah semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurukulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penangan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas, kegitan esktra kulikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, ethis kerja seluruh warga sekolah dan lingkungan sekolah. Terlepas dari barbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah dan tujuan pendidikan sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasi serta direalisasikan oleh para peserta didik dalam kehidupan kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003. Tentang pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang saling dapat melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peranan dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangankan, dieksplitasikan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada inetrnalisasi, pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik dimasyarakat.

2.      Kompetensi Pedagogik Guru Penjas Terhadap Kualitas Pembelajaran Peserta Didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang
Pendidikan merupakan proses yang dilakukan dengan dasar yang jelas serta lebih mengedepankan perubahan sikap yang dibarengi dengan peningkatan pola pikir dan wawasan kehidupan. Berhubungan dengan permasalahan penelitian ini yaitu mengenai kompetensi pedagogik guru penjas terhadap kualitas pembelajaran peserta didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa melalui uji kompetensi pedagogik memberikan kontrbusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Sehingga secara fakta dilapangan bahwa uji kompetensi tersebut dapat mengubah pandangan sesungguhnya pendidik penting sekali menguasai komponen dalam pedagogik. Berdasarkan penjelasan mengenai kompetensi pedagogik adalah keterampilan atau kemampuan yang harus dikuasai seorang guru dalam melihat karakteristik siswa dari berbagai aspek kehidupan, baik itu moral, emosional, maupun intelektualnya. Implikasi dari kemampuan ini tentunya dapat terlihat dari kemampuan guru dalam menguasai priinsip-prinsip belajar, mulai dari teori belajarnya hingga penguasaan bahan ajar.
Hal tersebut yang menjadi dasar bahwa melalui kompetensi pedagogik mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi pedagogik guru bersertifikasi masih ditingkatkan secara terus-menerus. Kemampuan menyiapkan media, memanfaatkan media pembelajaran dan memanfaatkan teknologi pembelajaran menjadi prioritas utama, karena berdasarkan informasi guru bersertifikasi serta guru belum bersertifikasi serta pernyataan kepala sekolah, sebanyak kurang lebih 30% guru bersertifikasi pendidik berkategori cukup dan kurang mampu melaksanakan tugasnya berhubungan dengan media dan teknologi pembelajaran. Padahal, media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, sehingga dapat tercapai suatu tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Menyiapkan media dan memanfaatkannya pada umumnya terkait erat dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, ketiga kompetensi tersebut dapat ditingkatkan secara simultan.



3.      Pengaruh antara Kompetensi Profesional Dan Pedagogik Guru Penjas Terhadap Kualitas Pembelajaran Peserta Didik SMK Swasta di Wilayah Kabupaten Sumedang
Berdasarkan hasil kajian pada sekolah yang menjadi kasus dalam penelitian ini diperoleh informasi bahwa secara umum guru bersertifikasi pendidik di sekolah tersebut sudah memiliki kompetensi pedagogik yang cukup baik. Sebagian besar guru bersertifikasi memahami wawasan landasan pendidikan. Indikator ini menunjukkan bahwa guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis mata pelajaran, berarti guru di sekolah tersebut telah memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan mata pelajaran yang dibina. Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Guru bersertifikasi pendidik telah memiliki pemahaman terhadap peserta didik, melakukan perancangan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, memanfaatkan teknologi pembelajaran, melakukan evaluasi belajar, secara baik. Hal ini menunjukkan bahwa semua guru bersertifikasi telah memiliki pemahaman tentang psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang sudah dikembangkan melalui perbaikan kurikulum tersebut, akan lebih efektif apabila ditunjang dengan penggunaan sistem penilaian yang tepat. Sistem penilaian yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi adalah penggunaan instrumen penilaian yang dapat mengukur aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Lebih Sanders dan Rivers (1996) dikutip oleh Siswandari dan Susilaningsih (2013: 489) menyatakan bahwa, “Faktor paling penting yang memengaruhi prestasi peserta didik adalah guru, dan faktor yang dapat meningkatkan prestasi peser ta didik adalah guru yang berpengetahuan dan terampil. Dengan demikian, guru yang berkualitas akan menghasilkan peserta didik yang berprestasi baik.”
Pencapaian tujuan tersebut berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap melalui proses pembelajaran. Selain itu, Hamdani (2010:193) menyatakan kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau keefektifan. Secara definitif, efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya (Etzioni dalam Hamdani 2010:194). Sementara itu, Bramley (dalam Hamdani 2010:194) menyatakan bahwa belajar adalah sebuah komunikasi terencana yang menghasilkan perubahan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam hubungan dengan sasaran khusus yang berkaitan dengan pola perilaku individu untuk mewujudkan tugas atau pekerjaan tertentu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas belajar dapat dimaknai dengan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Ditinjau dari kompetensi profesional, secara umum guru bersertifikasi pendidik di sekolah yang menjadi kasus dalam penelitian ini telah memiliki kompetensi profesional cukup baik. Guru bersertifikasi pendidik telah memahami mata pelajaran yang diajarnya, mampu menyusun program pengajaran, mampu menyusun perangkat penilaian, dan mampu mengembangkan pembelajaran dengan media, metode, alat dan sumber belajar secara baik. Secara konseptual, guru profesional melaksanakan pengajaran dengan baik, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang dimilikinya sehingga tidak usang, memiliki karakter dan kepribadian yang baik, berperilaku dan bersikap yang baik dalam masyarakat, agen perubahan dan pembaharuan sehingga berbaur dengan masyarakatnya, berperan aktif dalam organisasi profesi dan organisasi masyarakat.

a.        Simpulan
Sesuai dengan latar belakang masalah, perumusan masalah dan tujuan serta hipotesis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.        Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi profesionalisme terhadap kualitas pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMK Swasta di Kabupaten Sumedang. Artinya jika kompetensi profesional guru meningkat maka hualitas hasil belajar siswa akan meningkat.
2.        Terdapat pengaruh yang besar kompetensi pedagogik guru penjas terhadap kualitas pembelajaran peserta didik pada mata pelajara pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMK Swasta di Kabupaten Sumedang. Dengan demikian jika kemampuan pedagogik guru meningkat maka akan dikuti dengan penikatan kualitas hasil belajar siswa.
3.        Terdapat perbedaan yang signifikan antara kompetensi profesionalisme dan pedagogik guru penjas terhadap kualitas pembelajaran peserta didik pada mata pelajara pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMK Swasta Kabupaten Sumedang. Dengan demikian semakin meningkat kemampuan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru maka akan semakin meningkat pula kualitas hasil pembelajaran siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Azwar , S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta:  Pustaka Pelajar

Châu, G. 1996. The Quality of Primary Schools in Different Development Contexts. UNESCO: International Institute for Educational Planning.

Creswell, J.W. 2003. Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches. 2nd Edition. Thousand Oaks: Sage.

Heine, Hilda. 2006. Why Teacher Certification? Pacific Educator. Fall 2006.

International 2009 Summit on Quality Educator Recruitment and Retention. http:// www.pdkintl.org/member/docs/R_Teacher_Quality.pdf. diunduh 10 Agustus 2012

Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nesbit, J., Belfer, K. & Vargo, J. 2002. A Convergent Participation Model for Evaluation of Learning Objects. Canadian Journal of Learning and Technology Volume 28(3) Fall / automne, 2002

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 05 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Rice, Jennifer. 2003. Understanding the Effectiveness of Teacher Attributes. Retrieved on November 5, 2005 from http://www.epinet.org/printer.cfm?id=1500&content_ type1&nice_namebooks_ teacher. diunduh 11 Maret 2018

Sanders, W. & Rivers J. 1996. Cumulative and Residual Effects of Teachers on Future. Tennessee: University of Tennessee Value-Added Research and Assessment Center

Siswandari. 2007. Kompetensi, Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum, dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan - tulisan dimuat dalam Jurnal Pendidikan Dwija Wacana Jilid 8 No. 1, Mei 2007 – Jurnal Terakreditasi SK Dirjen DIKTI No. 23a/DIKTI/Kep/2004 tgl 4 Juni 2004

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar



0 Response to "ARTIKEL ILMIAH"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *