BAB
III
OBJEK
DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek
Penelitian
Objek
dalam penelitian ini adalah sekolah/madrasah (MI ) dan guru- guru MI diwilayah
Tasikmalaya Selatan, variabel penelitiannya meliputi tiga variabel yaitu
variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas
yaitu sertifikasi (X1), Motivasi Kerja Guru (X2) dan variabel terikat yaitu
Kualitas Pembelajaran Siswa
(Y).
3.2 Metode
dan Disain Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode deskripsi analtik
dengan pendekatan kuantitatif dan verifikatif. Metode deskriptif
yaitu metode yang menggambarkan fakta dan kejadian pada objek yang diteliti dan
verifikatif yaitu metode yang dilakukan
untuk menguji hipotesis.
Metode merupakan cara utama yang
dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkain
hipotesa, dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama itu
dipergunakan setelah penyelidik memperhitungkan kewajaranya ditinjau dari
tujuan penyelidikan serta situasi penyelidikan.
Dalam penelitian ini juga digunakan
metode survai
korelasional.
Menurut
Kerlinger (dalam Riduwan, 2008: 49),
Penelitian survai adalah penelitian yang
dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah
data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan
relative, distributisi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun
psikologis”. Lebih ditegaskan bahwa “Penelitian survai biasanya dilakukan untuk
mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam tetapi
genelalisasi yang dilakukan akan lebih akurat jika digunakan sampel yang
representative.
Pendapat ahli lain menjelaskan
sebagai berikut, “Penelitian survai merupakan penelitian yang
mengumpulkan data pada saat tertentu dengan tiga bagian penting;
mendiskripsikan keadaan alami yang ada saat ini, mengidentifikasi secara
terukur keadaan sekarang dan menentukan
hubungan sesuatu yang hidup antara kejadian yang spesifik” (Sukardi, 2009: 193).
3.3 Operasionalisasi
Variabel
Operasional
Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini terdiri dari dua
(dua) variabel bebas (variabel
independent) dan 1 (satu) variabel terikat (variabel dependen), yaitu sebagai
berikut :
1.
Variabel
sertifikasi
sebagai variabel independen pertama
yang kemudian
disebut variabel X1.
2.
Variabel
motivasi kerja guru sebagai variabel independen kedua yang kemudian
disebut variabel X2.
3.
Variabel
kualitas pembelajaran siswa
sebagai variabel dependen yang
kemudian disebut variabel Y.
Berdasarkan
identifikasi variabel diatas, maka operasional variabel dalam proses pengkajian permasalahan dalam
penelitian ini, seperti dalam tabel berikut di bawah ini :
Tabel
3.1
Operasional Variabel Penelitian
Variabel
|
Konsep variabel
|
Dimensi
|
Indikator
|
Sertifikasi
(X1)
|
Adapun manfaat
sertifikasi adalah sebagai berikut. Pertama, melindungi profesi guru
dari praktik layanan pendidikan yang tidak kompeten sehingga dapat merusak
citra profesi guru. Kedua, melindungi masyarakat dari praktik
pendidikan yang tidak berkualitas dan profesional yang akan menghambat upaya
peningkatan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia di negeri
ini. Ketiga, menjadi wahana penjamin mutu bagi LPTK yang bertugas
mempersiapkan calon guru dan juga berfungsi sebagai kontrol mutu bagi
pengguna layanan pendidikan. Keempat, menjaga lembaga penyelenggara
pendidikan dari keinginan internal dan eksternal yang potensial yang dapat menyimpang dari ketentuan yang
berlaku (Muslich 2007: 9).
|
Melindungi
profesi guru
|
1.
Citra guru
dimasyarakat
2.
Penghargaan
dimasyarakakat
|
Profesionalitas guru
|
3.
Kualitas guru
4.
Pendidikan
guru
5.
Pengalaman
guru
6.
Disiplin ilmu
guru
|
||
Kualitas lulusan perguruan tinggi
|
7.
Lulusan
berdasarkan kebutuhan
8.
Lulusan dapat
diandalkan
9.
Lulusan siap
pakai
|
||
Kualitas penyelenggara pendidikan
|
10.
Sekolah
memiliki kualitas
11.
Sekolah
terakreditasi baik
12.
Sekolah
memiliki visi misi yang baik
13.
Sekolah
berprestasi
14.
Sekolah
kompetitif
|
||
Motivasi
kerja guru
(X2)
|
Menurut
Devung (2004:106) ada dua faktor utama di dalam organisasi untuk meningkatkan motivasi yang membuat
karyawan merasa puas terhadap pekerjaan yang dilakukan, dan kepuasan tersebut
akan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik, kedua faktor tersebut antara
lain; minat, sikap positif, kebutuhan dan rangsangan (Imron 2005:
8)
|
Minat
|
1.
Senang pada pekerjaan
2.
Kesesuaian bekerja dengan keinginan
3.
Kesuaian dengan kebijakan Pimpinan
|
Sikap
positif
|
4.
Merasa senang apabila tujuan tercapai.
5.
Loyalitas yang tinggi terhadap sekolah
6.
Mempunyai disiplin kerja yang tinggi
|
||
Kebutuhan
|
7.
Kebutuhan psikologis.
8.
Kebutuhan rasa aman.
9.
Kebutuhan sosial.
10.
Kebutuhan harga diri.
11.
Kebutuhan aktualisasi diri.
|
||
Rangsangan
|
12.
Gaji yang sesuai
13.
Penghargaan (jabatan yang menarik)
14.
Pimpinan yang cakap, jujur, berwibawa
15.
Perhatian dari pimpinan
|
||
Kualitas
pembelajaran siswa
(Y)
|
Menurut McGehee 1958,
(dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran). yang penulis
rangkum dari beberapa pakar pembelajaran yang meliputi:
1.
Perhatian dan Motivasi
2.
Keaktifan.
3.
Keterlibatan Langsung/Pengalaman.
4.
Pengulangan
5.
Tantangan
6.
Balikan dan Penguatan
(Sunarto, 2002:149
|
Perhatian dan Motivasi
|
1.
Perhatian dan
otivasi siswa
2.
Perhatian dan
motivasi guru dalam mengajar
|
Keaktifan
|
3.
Keaktivan
siswa dalam PBM
4.
Suasana kelas
|
||
Keterlibatan Langsung/Pengalaman
|
5.
Pengalaman
guru
6.
Contoh-contoh
materi ajar
|
||
Pengulangan
|
7.
Penugasan guru
8.
Evaluasi guru
9.
Keterkaitan
materi dengan materi sebelumnya
|
||
Tantangan
|
10.
Materi ajar
terbaru
11.
Metode ajar
bervariatif
12.
Penugasan
siswa yang menantang
|
||
Balikan dan Penguatan
|
13.
Memberikan
stimulus dan respon terhadap siswa
|
||
Perbedaan individual
|
14.
Memahami latar
belakang siswa
|
3.4
Populasi dan Sampel
Guna
menjawab permasalahan dan mencapai tujuan penelitian serta manfaat penelitian
ini, pemilihan sampel dilakukan secara acak sederhana (sampel random sederhana)
yaitu proses memilih satuan sampel dari populasi sedemikian rupa sehingga
setiap satuan sampel dalam populasi memiliki peluang yang sama besar untuk
terpilih kedalam sampel dan peluang tersebut diketahui sebelum pemilihan
dilakukan (Sedermayanti, 2002:136) atau dilakukan dengan undian, yaitu mengundi
nama-nama subjek dalam penelitian (saifudin, 2005:81). Berdasarkan pendapat
tersebut maka populasi dalam penelitian ini yaitu Madrasah
Ibtidaiyah
Diwilayah Kabupaten Tasikmalaya Selatan sebanyak 17
madrasah.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.2
Populasi
penelitian
NO
|
NAMA
SEKOLAH
|
JUMLAH
GURU
|
1.
|
MIN PAMIJAHAN
|
23
|
2.
|
MIS
AL-AMANAH CICANDRA
|
11
|
3.
|
MIS MIFTAHUL
FALAH WAKAP
|
11
|
4.
|
MIS BALEKAMBANG
|
10
|
5.
|
MIS CILILITAN
|
9
|
6.
|
MIS PETIR
|
7
|
7.
|
MIS CIKONDANG
|
8
|
8.
|
MIS NURUL FATA
|
10
|
9.
|
MIS
MIFTAHUL FALAH CIBOGO
|
9
|
10.
|
MIS MUARA
|
8
|
11.
|
MIS DARAWATI
|
4
|
12.
|
MIS PACABOGO
|
4
|
13.
|
MIS CIBANGSA
|
5
|
14.
|
MIS AL-HASANAH
ALUR
|
4
|
15.
|
MIS NURUL HIDAYAH
SINDANGKERTA
|
3
|
16.
|
MIS AL-MUHAJIRIN
|
3
|
17.
|
MIS AL-BARAKAH
|
4
|
Jumlah
|
133
|
Pemilihan sampel baru digunakan dalam penelitian apabila
populasinya terlalu besar. Sampel diambil harus dapat mewakili populasi
penelitian, sehingga dalam menggeneralisasikan hasil penelitian dapat berlaku
bagi populasi. Meskipun pengambilan sampel tidak ada ketentuan atau rumus yang
baku, tetapi Suharsimi Arikunto (1983:107)
mengatakan bahwa dalam teknik pengambilan sampel sebagai ancer-ancer apabila
subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya
merupakan penelitian populasi dan jika subyeknya lebih dari 100, maka sampelnya
diambil 10-15 % atau 20-25%.
Populasi dalam penelitian ini MI di
Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Selatan
sebanyak 133 orang
tingkat eror yang ditolerir sebesar 10%, dengan demikian maka diperoleh sampel sebagai berikut:
Sehubungan dengan hal tersebut di
atas, maka penulis tetapkan besarnya
sampel adalah 58
responden MI di Kabupaten Tasikmalayan Wilayah Selatan. Alasan guru yang dijadikan
responden dalam penelitian ini karena guru
merupakan sumber daya yang sesuai dengan topik yang diteliti. Sehingga
guru sebagai pihak yang merasakan secara langsung pengaruh sertifikasi dan motifasi
kerja guru terhadap kwalitas pembelajaran siswa .
3.5 Sumber
Data
Sumber data yang diteliti dibagi
dalam 2 jenis , yaitu :
1. Data
Primer, yaitu data yang diperoleh dari
penelitian lapangan langsung di madrasah-madrasah yang menjadi obyek penelitian,
dengan cara :
a. Observasi, yaitu mengadakan penelitian
langsung ke madrasah-madrasah yang menjadi obyek penelitian
b. Menyebarkan
angket kepada para
responden.
No
|
Variabel
|
Sumber Data
|
Data
|
1
|
Sertifikasi
|
Guru dan Kepala Sekolah
|
Angket
|
2
|
Motivasi kerja kerja guru
|
Guru
|
Angket
|
3
|
Kualitas
pembelajaran
|
Guru dan kepala Sekolah
|
Angket
|
2. Data sekunder, yaitu data pendukung yang diperoleh dari literatur seperti buku, majalah dan sumber-sumber lain yang dianggap relevan
dengan penelitian. Selain dari
itu data sekunder diperoleh dari dokumen institusi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3.6 Alat
Pengumpulan Data
Alat dan teknik pengumpulan data yang penulis
gunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut ;
1. Studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan
data yang didapat dari mempelajari buku
- buku dan bahan
kepustakaan lainya yang ada hubunganya dengan
masalah yang diteliti.
2 Studi lapangan, yaitu teknik pengumpulan
data dengan cara mengumpulkan data yang
diperoleh secara langsung di lokasi penelitian , yaitu dengan cara sebagai berikut;
a.
Observasi,
yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan
langsung ke obyek penelitian.
b.
Wawancara,
yaitu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab langsung dengan
responden.
c.
Angket, yaitu
teknik pengumpulan data
dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan yang
disusun secara sistematis pada responden,
dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang secara logis berhubungan
dengan masalah penelitian dan bersifat pertanyaan tertutup/berstruktur dimana
setiap pertanyaan sudah tersedia 4 alternatif jawaban, sehingga responden
tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan
kenyataan. Pembobotan jawaban responden terhadap isi angket disajikan sebagai
berikut:
SB = Sangat
Baik = Bobot 5
B =
Baik = Bobot 4
SD = Sedang = Bobot 3
R = Ragu-Ragu =
Bobot 2
SR = Sangat
Ragu-Ragu = Bobot 1
Sugiyono,
(2006:107)
3.7 Analisis Data
Teknik
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Korelasi pearson
dan Korelasi ganda analisis
ini akan digunakan dalam menguji besarnya korelasi
antar variabel-variabel.
Untuk mengetahui derajat sertifikasi dan motivasi kerja guru terhadap kualitas
pembelajaran siswa MI
di wilayah Tasikmalaya Selatan. Untuk mengetahui hubungan antara
variabel digunakan teknik korelasi. Sedangkan arti harga ‘r’ akan
dikonsultasikan dengan Tabel interprestasi Nilai r sebagai berikut:
Tabel 3.3
Interprestasi Koefisien Korelasi
Nilai r
Interval Koefisien
|
Tingkat Hubungan
|
0,80-1,000
|
Sangat Kuat
|
0,60-0,799
|
Kuat
|
0,40-0,599
|
Cukup Kuat
|
0,20-0,399
|
Rendah
|
0,00-0,199
|
Sangat Rendah
|
Sumber: Ridwan dan Sunarto
(2007:81)
1. Uji Instrumen
Sebelum pengujian hipotesis
terlebih dahulu dilakukan pengujian instrumen yang meliputi :
a. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Uji validitas dan
reliabilitas dilakukan untuk memastikan instrumen penelitian sebagai alat ukur
yang akurat dan
dapat dipercaya. Validitas
menunjukkan sejauh mana suatu
alat ukur, mengukur
apa yang ingin
diukur. Sedangkan reliabilitas menunjukkan sejauh
mana suatu hasil
pengukuran relatif konsisten
apabila pengukuran terhadap aspek
yang sama atau
disebut juga internal consistency reliability.
Sebelum
kuisioner diberikan kepada kelompok sampel sebagai penelitian, kuisioner
tersebut diujicobakan untuk mengetahui tingkat reliabelitas.
Sedangkan untuk
mengetahui tingkat reliabelitas instrument penelitian, penulis menggunakan
rumus sebagai berikut:
Dimana:
R11 = Reliabelitas instrument
K = jumlah total soal
Arikunto
(2002:196)
Erman
dalam Syah, Mirojudin C (2007:31) menyatakan; Koefisien relibelitas yang menyatakan
derajat keterandalan alat evaluasi dinyatakan dengan r11 sebagai
berikut:
R11
< 20 :
derajat reliabelitas sangat rendah
0,20
< r11 < 0,40 :
derajat reliabelitas rendah
0,40
< r11 < 0,70 :
derajat reliabelitas sedang
0,70
< r11 < 0,90 :
derajat reliabelitas tinggi
0,90
< r11 < 1,00 :
derajat reliabelitas sangat tinggi
Dalam menentukan reliabel atau
tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasikan harga r11 dengan
r tabel product moment pada taraf signifikan 5 %. Apabila r11 lebih
besar dari r tabel maka instrumen
tersebut dapat dikatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil
data. Apabila r11 lebih kecil dari r tabel maka instrumen tersebut
tidak reliabel dan tidak dapat digunakan.
Validitas
pengukuran dalam penelitian
ini terkait dengan
validitas konstruksi (construct
validity). Validitas konstruksi
ini lebih terarah pada pertanyaan mengenai apa
sebenarnya yang diukur oleh alat pengukur yang ada (Setiaji, 2004: 59). Dengan kata lain, validitas konstruksi berkaitan dengan
pengertian, kegunaan, atau manfaat
dan asosiasi variabel-variabel terukur
atau teramati tersebut
dengan sebuah variabel tidak terukur atau
lebih yang menjadi sasaran utama, yang secara teoritis dinyatakan
mempunyai asosiasi.
Uji
Validitas Angket dengan mengunakan korelasi product
moment :
Keterangan :
N
= jumlah subyek uji coba
X
= skor dari setiap butir
Y
= skor total (Suharsimi Arikunto, 1996 : 160)
Dari hasil korelasi tersebut
selanjutnya mengkonsultasikannya dengan koefisien korelasi pada tabel taraf
kesalahan 5 % Setelah di uji dapat diketahui valid atau tidaknya instrumen.
Apabila hasil perhitungan koefisien korelasi lebih besar daripada nilai tabel, berarti butir soal dikatakan valid dan
dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Sebaliknya bila hasil dari
perhitungan koefisien korelasi lebih kecil dari nilai tabel, berarti butir
tersebut tidak valid.
2. Uji
Prasyarat Analisis Regresi
Tahap berikutnya sebelum analisis
regresi yaitu melakukan uji prasyarat analisis regresi yang meliputi Uji
Normalitas dan Uji Homogenitas.
a. Uji normalitas
Uji normalitas data digunakan untuk
menguji data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, selanjutnya
sebagai pertimbangan dalam menentukan statistik yang cocok untuk pengujian
hipotesis. Apabila data berdistribusi normal, maka digunakan statistik
parametrik, sebaliknya apabila tidak berdistribusi normal, maka digunakan
statistik non parametrik.
Dari
perhitungan tersebut diperoleh nilai statistic Kolmogorov-Smirnov (Z) dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.
(2-tailed). ketentuan dalam pengambilan keputusan adalah :
1) Jika nilai probabilitas atau nilai
signifikansi (Asymp. Sig) > 0,05, maka suatu variabel berdistribusi normal.
2)
Jika nilai probabilitas atau nilai signifikansi (Asymp.
Sig) < 0,05, maka suatu varibel berdistribusi tidak normal, (Santoso,
2006:155).
Untuk mengetahui data berdistribusi normal
atau tidak maka dilakukan uji normalitas dengan rumus chi kuadrat sebagai
berikut:
Keterangan
:
Oi : Frekuensi pengamatan
Ei : Frekuensi yang diharapkan
Kriteria:
Ho
diterima yang berarti distribusi normal jika (χ2 ) chi kuadrat hitung < χ2
tabel. Dengan α = 5 % dan dk = k –1 (k = banyaknya kelas
interval) (Sujana,1996:
294).
3. Uji Hipotesis
Dalam menguji hipotesis yaitu
menggunakan uji korelasi sederhana digunakan untuk menguji hipotesis pertama
dan hipotesis kedua. Teknik korelasi sederhana yang digunakan adalah korelasi
Pearson. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel
bebas dengan variabel terikatnya.
Adapun langkah langkahnya sebagai
berikut; yaitu:
1. korelasi sertifikasi (X1) terhadap
kualitas pembelajaran (Y) dengan rumus:
2. korelasi antara motivasi
guru (X2) terhadap kualitas
pembelajaran (Y)
dengan rumus:
3. korelasi
antara hubungan sertifikasi (X1) dan motivasi
kerja guru (X2) terhadap kualitas
pembelajaran (Y) dengan rumus:
Interval
penafsiran koefisien korelasi, r untuk korelasi sampel dan
(dibaca ro) untuk koefisien korelasi populasi
berkisar pada: -1-1, adapun interval koefisien korelasi serta tafsiranya
sebagai berikut:
-0,60 <
< -0,40 korelasi negative sedang
0,60 <
< 0,40
korelasi positif sedang
Uji
ini dimaksudkan untuk melihat keberartian antara variabel terikat dengan salah
satu variabel bebas jika variabel bebas lainnya dikontrol.
Rumus :
Keterangan:
R = koefisien korelasi multiple
K = banyaknya variabel bebas
n =
banyaknya sampel
Perhitungan
terhadap koefisien determinasi dimaksudkan untuk menganalisis seberapa besar
(dinyatakan dalam prosentase) kontribusi variabel bebas terhadap variabel
terikat dengan rumus:
KD = (r)2 x 100%
Untuk
menguji hipotesis digunakan Uji t dan uji F dengan rumus masing-masing sebagai
berikut:
thitung
=
Dimana
:
t
= Nilai thitung
r
= Koefisien korelasi hasil r hitung
n = Jumlah responden.
(Sugiono, 2007:257).
Jika
instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks
korelasinya (r) sebagai berikut.
Antara
0,800-1,000 : sangat tinggi
Antara
0,600-0,799 : tinggi
Antara
0,400-0,599 : cukup tinggi
Antara
0,200-0,399 : rendah
Antara
0,000-0,199 : sangat rendah (tidak vailid) Sugiyono, 2007 : 268
Harga
koefisien korelasi dimasukan kedalam rumus tersebut di atas untuk menguji
signifikansi hubungan, harga t tersebut selanutnya dibandingkan dengan harga
table, jika harga t hitung jauh pada daerah H0, maka dapat dinyatakan hipotesis
nol yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel ditolak, dan hipotesis alternative Ha
diterima, atau berlaku hipotesis statistic sebagai berikut:
Ho
: µ = 0 (tidak ada pengaruh)
Ha
: µ ≠ 0 (ada pengaruh)
Pengujian
ini menggunakan model probabilitas linier sebagaimana model regresi yang
lain, di mana parameternya
dapat ditaksir dengan
prosedur kuadrat terkecil
biasa (OLS) yang umum
(Gujarati dalam Wahyudin
dan Narimo, 2005).
Analisis ini digunakan untuk
mengetahui pengaruh variabel
independen (sertifikasi
dan motivasi kerja guru
) terhadap variabel dependen (kualitas pembelajaran). Persamaan
regresi berganda adalah
sebagai berikut (Sugiyono
dan Wibowo, 2002: 347):
Y
= a + b1X1 + b2X2 + e. 0
Keterangan
;
Y
=
kualitas pembelajaran siswa
a
=
konstanta regresi berganda.
b1, b2 =
koefisien regresi.
X1 = sertifikasi
X2 = motivasi
kerja guru
e
= error
(variabel bebas lain diluar model regresi).
Untuk
memudahkan dalam pengolahan data-data yang disajikan dalam rumus-rumus tersebut
di atas, maka pengolahannya penulis akan menggunakan bantuan komputer dengan
program SPSS 17.00 vertion for window.
(Statistical Product and Service Solution).
0 Response to "BAB III METODOLOGI PENELITIAN TESIS KUANTITATIF"
Posting Komentar